Rabu, 02 April 2014

Gara-Gara LDR (Cerpen)

Larasati dan Nanang berpacaran sejak caturwulan ke-2 kelas 12 SMA, dan kini hubungannya sudah berjalan 4 bulan, masih berjalan baik selayaknya pasangan lain.

Nanang merupakan tipe cowok yang sangat romantis, itu yang membuat Larasati jatuh hati padanya, Larasati atau yang kerap dipanggil Laras itu tidak terlalu menilai seseorang dari fisiknya. Ya, wajah Nanang memang lebih mirip ikan sapu-sapu.

Selama di SMA Nanang dan Laras selalu terlihat bersama, berangkat sekolah bareng, pulang bareng, ganti pembalut bareng.

Pacaran satu sekolah membuat semuanya terasa mudah.

FOTO: majalahouch.com


Bel istirahat kedua berbunyi. Nanang segera menuju kekelas Laras yang hanya berjarak 2 kelas dari kelas Nanang.

“Yang, makan yuk” ajak Nanang kepada Laras yang saat itu sedang sibuk mengerjakan tugas.

“Kamu nggak liat aku lagi sibuk ngerjain tugas, nanti jam terakhir dikumpul tau, kamu makan bareng spidol aja sana!” Jawab Laras kesal. Kebetulan saat itu Laras sedang PMS.

“Oh yaudah” Nanang pergi dengan ekspresi datar.

“Arggghh.. Amboi gadoi rancak banaaaa !!!” Laras makin kesal. Bukan, bukan kesal kepada Nanang, Tapi kesal karena tugas yang ia sedang kerjakan tidak sengaja terkena tumpahan tipe-x yang iya letakkan diatas kepalanya.

Tak lama Nanang kembali kekelas Laras dengan membawa sebuah roti ditangan kiri, ale-ale ditangan kanan, dan 4 bungkus sukro ia gantungkan dileher.

“yang, kamu makan dulu nih, biar tugasnya aku bantu kerjain, oiya ale-alenya jangan lupa digosok dulu ya sayang”

Apa yang dilakukan Nanang sungguh membuat Laras terbengong seketika dengan air liur yang menetes-netes dari mulutnya. Nanang yang tadi ia marahi dan ia cueki, yang ia kira bakal marah, ternyata justru membawakan makanan untuknya. Perhatian kecil tapi bermakna besar untuk laras, yang tak pernah ia dapatkan dari mantan-mantannya.

“makasih sayang, aku mau sama kamu terus, aku mau ketika aku sudah tua, yang pertama kali aku ingat tentang masa SMA adalah kamu sayang” Sambil menatap Nanang yang sedang mengerjakan tugasnya.

“sama-sama sayang, aku juga pengen sama kamu terus” jawab Nanang.

Keromantisan Nanang, dan perhatian Nanang yang selalu ada buat Laras menjadi candu tersendiri untuk Laras. Mulai dari:
-Nanang yang selalu antar-jemput Laras kesekolah
-Nanang yang selalu membelikan pulsa untuk Laras
-Nanang yang selalu membawakan pembalut cadangan untuk Laras, agar suatu saat  ketika Laras tembus, Nananglah orang pertama yang Laras cari.

Laras terlalu bergantung pada Nanang.

Sampai pada akhirnya kelulusan SMA-pun tiba, Laras meneruskan pendidikan di universitas yang masih berada dikota tempat ia tinggal,  sementara Nanang diterima di D3 kedokteran pergururuan tinggi di Papua.
Hal itu mengharuskan Laras dan Nanang pacaran jarak jauh atau bisa disebut LDR. Kenyataan pahit yang harus dimakan mentah-mentah oleh Laras dan Nanang. Terutama untuk Laras, yang tidak bisa jauh-jauh dari pacar sekaligus dewa penolongnnya itu.

Satu minggu pertama berjalan datar saja, setiap malam mereka habiskan untuk terlponan dan sms-an.

“sayang aku kangen kamu, kapan ya kita bisa ketemu?:(“ isi pesan yang Nanang terima dari Laras.

“sama yang, aku juga kangen kamu, kamu sabar ya:)” Nanang mencoba menguatkan laras.

“tapi aku butuh kamu sekarang.. hiks..hiks 1000x”.

Nanang yang tidak tega melihat kesedihan Laras, dengan sifat keromantisannya Nanang berfikir untuk menghibur Laras dengan menyanyikan sebuah lagu yang siapa tau bisa mengobati kangennya Laras. Tanpa pikir panjang Nanang langsung mengambil rebana dari kulkasnya.

Handphone Laras berdering, ada panggilan masuk dari pacarnya, tentu saja Laras dengan antusias mengangkat telpon itu.

“selamat malam, ada yang bisa saya bantu?” ujar Laras.

“sayang, aku punya lagu buat kamu, kamu dengerin yaaa”

Nanang langsung memainkan rebana dan mulai bernyanyi.

“Larasati.. tak pernah berhenti bertindak sesuka hati
Larasati.. menjadi pengawal mencari kitab suci
Walau halangan rintangan membentang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran
Ha..ha.. sun go kong I sin da ha”

Mendengar lagu yang dinyanyikan untuknya, Laraspun terhenyak, lagi-lagi keromantisan Nanang membuat Laras semakin mencintainya.

“bagus yang lagunya, aku mau kamu nyanyiin itu tiap malem buat aku” pinta Laras.

anything for you, beb” kata Nanang.

FOTO: TUMBLR


Hari demi hari mereka lewati hanya dengan telponan dan sms-an, sampai akhirnya tiba pada titik jenuh dalam sebuah hubungan. Mereka mulai sibuk dengan dirinya masing-masing.

Nanang yang mengambil jurusan D3 kedokteran mempunyai kegiatan yang sangat sibuk, setiap hari pulang sore, sementara malamnya harus belajar dan mengerjakan tugas. Sehingga jarang untuk menghubungi Laras.
Begitu juga dengan Laras yang mulai asik dengan teman-teman barunya, mencari suasana baru, hal itu ia lakukan agar tidak selalu bergantung pada Nanang.

Diantara teman-teman baru Laras, ternyata ada seseorang yang diam-diam suka dengan Laras. Cahyo, teman satu jurusan ditempat Laras kuliah.

Cahyo menaruh hati pada Laras, Cahyo coba menarik perhatian Laras dengan cara diam-diam membersihkan sepatu Laras saat Laras sedang sholat, Cahyo sering sms untuk sekedar mengingatkan Laras makan, bahkan ketika Laras mengambil napas Cahyo mengingatkan agar buang napasnya jangan sembarangan.

Sebenarnya Cahyo tau kalo Laras sudah punya pacar yang jauh disana, karena Laras sendiri yang bercerita tentang Nanang kepada Cahyo.

Bahkan ketika pertengkaran hebat yang terjadi antara Nanang dan Laras, yang disebabkan karena Nanang mem-follow salah satu teman wanitanya, yang lebih cantik dari Laras, Laras cemburu, Laras murka, Laras ngemil sampai beratnya naik 12 Kg.

Cahyo mengetahui itu semua, dan munculah akal bulus Cahyo. Cahyo bergumam dalam hatinya “ini kesempatan bagus buat gue xixixi”. Cahyo semakin intensif memberi perhatian pada Laras, Cahyo makin berani terus terang.

Cahyo mulai menawarkan Laras untuk pulang bareng, Cahyo sering membawakan makanan ketempat Laras, apapun Cahyo lakukan demi bisa mendapatkan Laras.

Laraspun merasa ada yang beda pada perasaannya, apa yang ia rasakan ketika Cahyo member perhatian kepadanya sama seperti apa yang ia rasakan dulu ketika Nanang memperhatikannya. Benih-benih cinta mulai tumbuh dihati Laras. Nanang? Ah, Laras tidak peduli lagi dengan nanang, Laras benar-benar marah karena Nanang tidak mau nge-block teman ceweknya yang lebih cantik dari laras itu.

Sampai akhirnya Laras memutuskan Nanang, hubungan mereka berakhir hanya karena hal sepele, piker Nanang. Padahal bagi Laras tidak semata-mata karena itu, tapi karena ada sosok lainlah yang menyebabkan Laras berani memutuskan Nanang.

Nanang kecewa, namun ia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, Nanang memilih merelakan Laras dan fokus dengan D3 kedokterannya.

Sementara Laras, akhirnya Laras jadian dengan Herman, dosen pembimbing akademiknya.

Dan Cahyo, Cahyo yang patah hati melihat Laras jadian dengan dosen pembimbingnya, akhirnya ia bunuh diri dengan cara menahan kentut selama berhari-berhari, karena angin yang menyumbat tersebut menyebar dalam organ dalam Cahyo, yang menyebabkan paru-parunya tidak berfungsi dengan baik. Akhirnya Cahyo pun meninggal. Innalilahiwainalillahirajiun.

Itulah cerita yang gue sendiri nggak ngerti kenapa endingnya harus gitu, tapi sebenernya cerita ini tentang gue dan teman-teman gue alami.

Yang pada realitanya kejadian ini sering terjadi, dimana orang yang jauh akan kalah dengan yang dekat.
Yang setia akan kalah dengan yang selalu ada.
Yang ngingetin makan akan kalah dengan yang nemenin makan.
Yang nyuruh kedokter saat kita sakit akan kalah dengan yang mengantar kedokter.
Yang ngomong doang akan kalah sama yang langsung bertindak.

Yap, semoga cerita ini berguna buat lo yang baca, bisa jadi bahan pertimbangan, terutama buat lo yang bentar lagi lulus dan bakal pisah, dan harus LDR. Siapin calon pengganti dari sekarang yak ! hehehe.
Atau buat lo yang pernah ngalamin LDR, atau siapapun kamu yang mau menanggapi cerita gue, beri komentar di comment box ya :D

Komentar apapun akan gue terima dengan senang hati :)

See you :D